Sabtu, 19 Januari 2013

STRUKTUR KONTROL ALUR JAVA


STRUKTUR KONTROL ALUR

Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, Java juga memiliki struktur kontrol alur program yang dapat mengatur alur eksekusi program.  
Secara umum,alur eksekusi program dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) macam, yaitu seleksi,iterasi/perulangan, dan Jump.
Struktur kontrol alur program seleksi yang terdiri dari if dan switch, iterasi/perulangan yang terdiri dari while ,do..while, dan for, yang terdiri dari break,continue, dan return.
Berikut ini adalah contoh program untuk if sederhana:
·         public class IfSederhana {
·         int x = 10;
·         public IfSederhana()
·         {if (x == 10)
·         System.out.println(“Nilai x adalah = “+x);
·         x++;
·         if (x == 10) //nilai x tidak sama dengan 10
·         System.out.println(“Nilai x adalah = “+x);}public static void main(String args[]) {new IfSederhana();}}

Berdasarkan sintaks di atas, Kondisi merupakan suatu ekspresi yang menghasilkan nilai  boolean , yaitu true atau false. Pernyataan akan dikerjakan jika kondisi bernilai benar, yaitu true.








Seleksi multiple dengan switch dan case
Untuk melakukan pilihan ganda dengan beberapa kondisi dapat digunakan pernyataan switch dan case yang diikuti dengan pernyataan break untuk keluar dari seleksi.
Statemen-statemen akan dijalankan apabila variabel seleksi bernilai dari salah satu nilai1, nilai2 dan seterusnya atau nilai default. Setelah statemen dijalankan apabila dijumpai statemen break, maka kontrol program akan keluar dari blok seleksi switch ….. case.
Berikut ini adalah potongan program yang menggambarkan tentang penggunaan switch …. Case.

·         Switch (pil)
·         {
·         Case 1 :
·         System.out.println(“Anda pilih Nasi Goreng :”);
·         Break;
·         Case 2 :
·         System.out.println(“Anda pilih Nasi Rawon :”);
·         Break;
·         Case 3 :
·         System.out.println(“Anda pilih Soto :”);
·         Break;
·         default :
·         System.out.println(“Pilihan anda bukan 1,2, dan 3 !!!:”);
·         Break;
·         }

Maksud dari potongan program di atas adalah jika variabel pil bernilai 1 maka menu yang kita pilih adalah nasi goreng. Jika variabel pil bernilai 2 maka menu yang di pilih adalah nasi rawon. Jika variabel pil bernilai 3 maka menu yang di pilih adalah soto. Tapi jika variabel pil tidak bernilai 1,2 dan 3 maka statemen default yang akan dijalankan yaitu akan muncul pesan bahwa yang pilihan kita bukan 1,2 dan 3.
Perlu dicermati bahwa statemen break pada akhir statemen dalam suatu kasus adalah penting. Apabila statemen break tidak dicantumkan maka setelah deretan statemen dijalankan untuk suatu nilai 1 maka sederetan statemen setelah nilai2 , nilai3, dan seterusnya sampai nilai default akan tetap dijalankan. Hal ini terjadi karena kontrol program tidak diarahkan keluar seleksi.


Keyword break, continue, dan return
Kelompok keyword ini berfungsi untuk melompat dari suatu baris program java ke baris yang lain (variasi lain dari perintah goto dalam bahasa
BASIC), sehingga berakibat pengabaian baris program setelah keyword tersebut.
Penggunaan keyword break
          Ada dua penggunaan keyword break, yaitu untuk keluar dari kendali percabangan switch, dan untuk keluar dari kendali perulangan.
Dengan keyword ini berarti percabangan/perulangan akan diakhiri, kemudian eksekusi dilanjutkan ke pernyataan setelah blok percabangan/perulangan tersebut.
Contoh :
·         public class contohBreak {
·         public static void main(String args[]) {
·         int i = 0;
·         do {
·         i++;
·         System.out.println(i);
·         if (i==5) break; // Jika i bernilai 5 maka perulangan
·         } while (i <= 9) // Do While dihentikan
·         }
·         }









Penggunaan keyword continue
       Penggunaan keyword ini untuk segera lompat ke perulangan berikutnya. Baris-baris program setelah keyword continue dalam blok perulangan saat itu berarti diabaikan.
Contoh :
·         public class contohContinue {
·         public static void main(String args[]) {
·         int i=0;
·         do {
·         i++;
·         if (i==3) continue;
·         System.out.println(”iterasi ke : “+i);
·         if (i==5) break;
·         } while(i <= 9);
·         }
·         }













Penggunaan keyword return
          Keyword ini digunakan untuk keluar dari suatu method. Baris-baris program setelah keyword ini yang berada dalam blok method tersebut akan diabaikan. Kemudian eksekusi dilanjutkan ke pernyataan setelah blok method tersebut
·         int abs(int x) {
·         if (x >= 0)
·         return x;
·         else
·         return(-x)
·         . . .
·         }
·         }
·         nested if
o   class nestedif{
o   public static void main(String args[]){
o   int bulan=3;

o   if (bulan<=3) System.out.println(“kuartal 1”);
o   else if (bulan<=6) System.out.println(“kuartal 2”);
o   else if (bulan<=9) System.out.println(“kuartal 3”);
o   else System.out.println(“kuartal 4”);
o   }
o   }

CONTOH UNDANGAN

CONTOH MEMBUAT UNDANGAN SEDERHANA







Kepada Yth.:
Bapak/Ibu/Sdr/i
 
……………………………………….
Di tempat




UNDANGAN

Depok, 2 Oktober 2011


Dengan hormat,
Dalam rangka persiapan perkawinan anak kami, Maria Swastika (Tika) dengan Christophorus Krisno Harjo Marhaendro (Chris), kami mengundang Bapak, Ibu, dan Saudara/i untuk hadir dalam rapat yang akan diselenggarakan pada :

Hari/Tgl                      : Jumat, 7 Oktober 2011
Pukul                         : 19.30 WIB
Tempat                       : Kediaman Bapak Sukarjo
                                                  Komplek Paspampres Blok:G No:15
                                                  Kelapa Dua
Acara                          : Rapat kecil pembentukan Panitia Persiapan Acara
  Penerimaan Sakramen & Resepsi Perkawinan

Demikian undangan ini kami sampaikan. Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak, Ibu, dan Saudara/i. Atas perhatian dan kehadirannya, kami ucapkan terima kasih.



Hormat kami,


Sukarjo


Rabu, 31 Oktober 2012

Penalaran Deduktif


          

Penalaran Deduktif

                Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.


Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional,instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahuluharus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian dilapangan. 

              Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakankata kunci untuk memahami suatu gejala. Contoh : yaitu sebuah sistem generalisasi.Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi. Jenis Penalaran DeduktifJenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu:
1. Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris.

 Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya Menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut premis minor.

Contoh :Premis Mayor : Tidak ada manusia yang abadi

Premis Minor : Socrates adalah manusiaKesimpulan : Socrates tidak abadi Kaedah- kaedah dalam silogisme kategorial adalah :
1. Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah.
2. Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan
3. Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4. Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negative.
5. Dari premis yang positif, akan dihasilkan simpulan yang positif.
6. Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7. Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
8. Dari premis mayor khusus dan premis minor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan. 2. Silogisme Hipotesis : Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. 


Menurut Parera (1991: 131) Silogisme hipotesis terdiri atas premis mayor, premis minor, dan kesimpulan. Akan tetapi premis mayor bersifat hipotesis atau pengadaian dengan jika konklusi tertentu itu terjadi, maka kondisi yang lain akan menyusul terjadi. Premis minor menyatakan kondisi pertama terjadi atau tidak terjadi. 
Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotesis:
1. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:Jika hujan, saya naik becak.Sekarang hujan.Jadi saya naik becak. 
2. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:Bila hujan, bumi akan basah.Sekarang bumi telah basah.Jadi hujan telah turun. 
3. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, makakegelisahan akan timbul.

 Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa, Jadi kegelisahan tidak akan timbul. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah. Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan. Kaedah- kaedah Silogisme Hipotesis• 

Mengambil konklusi dari silogisme hipotesis jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini adalah menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana
Contoh :

:a) Premis Mayor: Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagalPremis Minor: Hujan tidak turunKonklusi : Sebab itu panen akan gagal.
b) Premis Mayor : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.Premis Minor : Air tidak ada.


Silogisme Akternatif : silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain. 
Proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya. Konklusi tergantung dari premis minornya.Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas.


 Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti:la lulus atau tidak lulus.Ternyata ia lulusJadi, la bukan tidak lulusSilogisme disyungtif dalam arti luas premis mayomya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti:Xsa di rumah atau di pasar.Ternyata tidak di rumah.Jadi, di pasarSilogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti iuas mempunyai dua tipe yaitu:

1. Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusi-nya adalah mengakui alternatif yang lain.
2. Premis minor mengakui salah satu alternatif, kesimpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain.

Kaedah-kaedah silogisme alternatif :
1. Silogisme disyungtif dalam arti sempit, konklusi yang dihasilkan selalu benar, apabila prosedur penyimpulannya valid

2. Silogisme disyungtif dalam arti luas, kebenaran koi adalah sebagai berikut:a. Bila premis minor mengakui salah satu alterna konklusinya sah (benar)Contoh :Rizki menjadi guru atau pelaut.la adalah guru.Jadi bukan pelautRizki menjadi guru atau pelaut.la adalah pelaut.Jadi bukan gurub. Bila premis minor mengingkari salah satu a konklusinya tidak sah (salah).

Contoh :Penjahat itu lari ke Surabaya atau ke Yogya.Ternyata tidak lari ke Yogya.Jadi ia lari ke Surabaya. (Bisa jadi ia lari ke kota lain).Rifki menjadi guru atau pelaut.Ternyata ia bukan pelaut.Jadi ia guru. (Bisa jadi ia seorang pedagang)Contoh :Premis Mayor : Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.Premis Minor : Nenek Sumi berada di Bandung.Kesimpulan : Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

3. Entimen : Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun tulisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.Entimen atau Enthymeme berasal dari bahasa Yunani “en” artinya di dalam dan “thymos” artinya pikiran adalah sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan dalam sebuah entimem, penghilangan bagian dari argumen karena diasumsikan dalam penggunaan yang lebih luas, istilah "enthymeme" kadang-kadang digunakan untuk menjelaskan argumen yang tidak lengkap dari bentuk selain silogisme

Menurut Aristoteles yang ditulis dalam Retorika, sebuah "retorik silogisme" adalah bertujuan untuk pembujukan yang berdasarkan kemungkinan komunikan berpendapat sedangkan teknik bertujuan untuk pada demonstrasi. Kata lainnya, entimem merupakan silogisme yang diperpendek.
Contoh :Rumus Entimen:PU : Semua A = B : Pegawai yang baik tidak pernah datang terlambat.PK : Nyoman pegawai yang baik.S : Nyoman tidak pernah datang terlambatEntimen : Nyoman tidak pernah datang terlambat karena ia pegawai yang baikBeberapa ciri utama dari penalaran deduktif, yaitu :1. Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar2. Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis.  




Sumber :
1. http://wikiberita.net/news/165909-contoh-penalaran-deduktif.html
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Logika
3. http://myth90.blogspot.com/2011/02/penalaran-deduktif.html
4. http://litstarss.blogspot.com/2010/03/penalaran-deduktif-serta-premis_09.html
5. http://rahmaekaputri.blogspot.com/2011/02/penalaran-deduktif.html 

Senin, 08 Oktober 2012

SISTEM PAKAR


PENERAPAN SISTEM PAKAR DALAM BERBAGAI BIDANG




                Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli. Bentuk umum system pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut.
Sistem Pakar berasal dari dua kata yaitu sistem dan pakar. Sistem adalah beberapa elemen yang di tekankan adalah efektifitas(untuk mencapai suatu tujuan). Pakar adalah seseorang yang ahli pada suatu bidang.

       Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Diharapkan dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.

Beberapa kategori dari Sistem Pakar adalah :

1. Interpretasi – penganalisisan data untuk menjelaskan suatu data.
Contoh: DENDRAL
2. Diagnosis – proses mendiagnosis sesuatu (pendeteksian penyakit untuk makhluk hidup) berdasarkan data.
Contoh : MYCIN
3. Pemantauan – secara terus menerus menginterpretasi isyarat(signal) dan bertindak jika intervensi diperlukan.
Contoh VM – pemantauan pesakit dengan menggunakan alat pernafasan khas.(common-sense).
4. Ramalan – membuat ramalan masa hadapan berdasarkan model lepas atau sedia ada
Contoh:sistem dalam peramalan saham
5. Perancangan (planning) – satu program tindakan yang dilakukan untuk mencapai keputusan
Contoh: perancangan dalam genetik molekul
6. Reka bentuk – penghasilan spesifikasi untuk membina objek yang memenuhi keperluan tertentu.
Contoh: rekabentuk digital circuit



Manfaat dan Keterbatasan Sistem Pakar

1. Manfaat Sistem Pakar

Mengapa Sistem Pakar menjadi sangat populer? Hal ini disebabkan oleh sangat banyaknya kemampuan dan manfaat yang diberikan oleh Sistem Pakar, di antaranya:
a. Meningkatkan output dan produktivitas, karena Sistem Pakar dapat bekerja lebih cepat dari manusia.
b. Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
c. Mampu menangkap kepakaran yang sangat terbatas.
d. Dapat beroperasi di lingkungan yang berbahaya.
e. Memudahkan akses ke pengetahuan.
f. Handal. Sistem Pakar tidak pernah menjadi bosan dan kelelahan atau sakit. Sistem Pakar juga secara konsisten melihat semua detil dan tidak akan melewatkan informasi yang relevan dan solusi yang potensial.
g. Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi yang lain. Integrasi Sistem Pakar dengan sistem komputer lain membuat lebih efektif, dan mencakup lebih banyak aplikasi .
h. Mampu bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti. Berbeda dengan sistem komputer konvensional, Sistem Pakar dapat bekerja dengan inofrmasi yang tidak lengkap. Pengguna dapat merespon dengan: “tidak tahu” atau “tidak yakin” pada satu atau lebih pertanyaan selama konsultasi, dan Sistem Pakar tetap akan memberikan jawabannya.
i. Mampu menyediakan pelatihan. Pengguna pemula yang bekerja dengan Sistem Pakar akan menjadi lebih berpengalaman. Fasilitas penjelas dapat berfungsi sebagai guru.
j. Meningkatkan kemampuan problem solving, karena mengambil sumber pengetahuan dari banyak pakar.
k. Meniadakan kebutuhan perangkat yang mahal.
l. Fleksibel.

2. Keterbatasan Sistem Pakar

Metodologi Sistem Pakar yang ada tidak selalu mudah, sederhana dan efektif. Berikut adalah keterbatasan yang menghambat perkembangan Sistem Pakar:
a. Pengetahuan yang hendak diambil tidak selalu tersedia.
b. Kepakaran sangat sulit diekstrak dari manusia.
c. Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar.
d. Adalah sangat sulit bagi seorang pakar untuk mengabstraksi atau menjelaskan langkah mereka dalam menangani masalah
e. Pengguna Sistem Pakar mempunyai batas kognitif alami, sehingga mungkin tidak bisa memanfaatkan sistem secara maksimal.
f. Sistem Pakar bekerja baik untuk suatu bidang yang sempit.
g. Banyak pakar yang tidak mempunyai jalan untuk mencek apakah kesimpulan mereka benar dan masuk akal.
h. Istilah dan jargon yang dipakai oleh pakar dalam mengekspresikan fakta seringkali terbatas dan tidak mudah dimengerti oleh orang lain.
i. Pengembangan Sistem Pakar seringkali membutuhkan perekayasa pengetahuan (knowledge engineer) yang langka dan mahal.
j. Kurangnya rasa percaya pengguna menghalangi pemakaian Sistem Pakar.
k. Transfer pengetahuan dapat bersifat subyektif dan bias.

CONTOH PENERAPAN SISTEM PAKAR DALAM BERBAGAI BIDANG :

1.       Dalam bidang Ekonomi

Sistem Pakar Pengambilan Keputusan untuk investor.Sistem pakar bidang Ekonomi di gunakan pengguna untuk menentukan suatu keputusan yang berkaitan dengan investasi , saham atau yang lain. Orang awam yang belum mengerti masalah ekonomi cenderung melakukan prediksi atau intuisi , sehinggan terkadang pemilihan  keputusan yang mereka ambil kurang tepat.Dengan kita menanam kan kecerdasan buatan di dalam system pakar ini , maka tingkat keakurasi an jawaban itu akan semakin baik Sebagaimana ciri-ciri umum sistem pakar.


2.         Dalam bidang Pertahanan Dan Keamanan

Aplikasi Sistem Keamanan data militer dengan memanfaatkan system enkripsi paket.Sistem keamanan dan pertahanan suatu Negara adalah suatu bagian penting dalam suatu Negara tersebut . untuk itu diperlukan suatu system penguncian data atau system enkripsi yang canggih agar data militer suatu Negara dapat disimpan dengan aman. Dalam system enkripsi ini di tanamkan metode kecerdasan buatan yang digunakan sebagai “otak” dalam melakukan enkripsi data. AI nya pun dapat di buat secara rumit , sehingga dapat meningkat kan keamanan dari data tersebut.


3.       Bidang Pendidikan

Computer Assisted Instruction (CAI ).Intelligence  Computer  –  aided  Instruction  (CAI)  juga  termasuk  ke  dalam  lingkup kecerdasan  buatan.  Komputer  ini  digunakan  sebagai  tutor  yang  dapat  melatih  dan mengajar.  CAI  merupakan  pengembangan  lebih  lanjut  dari  Computer  Assisted Instruction (CAI ). CAI  dapat  diartikan  sebagai  penggunaan  komputer  secara  langsung  dengan  siswa untuk  menyampaikan  isi  pelajaran,  memberikan  latihan  dan  mengetes  kemajuan  belajar siswa.  .  CAI juga  bermacam-macam  bentuknya  bergantung  kecakapan  pendesain  dan  pengembang pembelajarannya,  bisa  berbentuk  permainan  (games).

4.       Bidang Pertanian

Sistem Pakar Pemupukan.Sistem pakar pemupukan PKDSS merupakan suatu aplikasi komputer yang dapat membantu atau menggantikan pakar dalam memecahkan masalah kesuburan tanah, terutama dalam menentukan takaran pupuk. Dengan PKDSS, perhitungan pupuk yang selama ini dilakukan oleh ahlinya dapat dilakukan oleh semua orang. Pengguna hanya tinggal mengikuti petunjuk dan menekan tombol-tombol perintah, dan PKDSS pun dengan cepat akan memrosesnya. Sistem pakar ini mirip dengan kalkulator , dimana petani bias dengan cepat menentukan perbandingan dari bahan pupuk sehingga pupuk menjadi bagus dan hasil tani meningkat.

5.       Aplikasi Sistem Pakar Dalam Bidang Psikologis

          Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Anak-anak merupakan fase yang paling rentan dan sangat perlu diperhatikan satu demi satu tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut. Oleh karena itu dibangun suatu sistem pakar yang dapat membantu para pakar/psikolog anak untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF).

           Contoh lain implementasinya adalah tes kepribadian. aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar ini, lebih mudah dan lebih cepat dalam proses pengukuran kepribadian dibandingkan metode terdahulu, sehingga memberikan banyak keuntungan dari segi penghematan waktu, tenaga, dan memudahkan kinerja user (pemakai) dalam mengukur kepribadiannya masing-masing. Selain itu aplikasi tes kepribadian ini dikemas dengan tampilan yang cukup menarik.
           Bagi masyarakat yang ingin mengetahui ukuran kepribadiannya, mereka dapat menggunakan aplikasi ini sebagai referensi, dan bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa psikologi, aplikasi ini dapat dijadikan tambahan untuk mendukung studi mereka terutama untuk sub bidang pengukuran kepribadian.
Namun demikian, aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar ini tidak bisa menggantikan seorang ahli karena dia pakar di bidangnya. Aplikasi sistem pakar ini hanyalah alat bantu yang sangat bergantung pada data-data yang di-input oleh seorang programmer sehingga aplikasi sistem pakar ini haruslah selalu dikembangkan.
Tools yang disediakan oleh Visual Basic.NET 2008 sudah sangat mengakomodir dalam proses pembuatan aplikasi ini. Selain itu, Visual Basic.NET 2008 dapat dengan baik melakukan koneksi database ke sql server.


CONTOH APLIKASI DALAM SISTEM PAKAR:

1.       XCON & XSEL : membantu konfigurasi sistem komputer besar
2.       SOPHIE : analisis sirkuit elektronik
3.       PROSPECTOR : digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit.
4.       FOLIO : membantu memberikan keputusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi
     





     TUGAS KULIAH KELOMPOK :
     1. CHANDRA WAHYU (11110558)
     2. RAFAELIUS SOGO
     3. YOSEP WIRA N (18110687)
     4. SONA PAHLAWAN ( 1A 111224)
     5. M. MAULANA ( 1A 111209)
     6. JOVY GAHARA DEYS (1A 111313)



Jumat, 28 September 2012

PENGOLAHAN GRAFIK DAN CITRA


PENGOLAHAN GRAFIK DAN CITRA


                Semua orang yang pernah melihat gambar,iklan,brosur,Koran,film, dsb pasti tertarik jika di dalam nya terdapat bentuk,gambar dan garis yang menarik yang membuat orang yang melihatnya tidak bosan bahkan senang dan tertarik. Semua itu dapat terjadi karena adanya garis-garis yang membentuk berbagai macam grafik dan berbagai macam gambar yang merupakan pencitraan dari suatu benda yang terekam atau terambil oleh sebuah perangkat. Agar dapat membuat suatu grafik dan citra yang menarik kita harus mempelajarinya terlebih dahulu.



A.Pertama kita mempelajari apa itu pengolahan grafik
Grafik computer adalah bidang ilmu yang mempelajari tentang cara pembuatan dan manipulasi gambar yang menggunakan objek yaitu ada titik,garis,bentuk bangun ruang(persegi,segitiga dll),table,diagram,dsb.
Contoh pengolahan grafik:

























Dan ini beberapa aplikasi grafik computer :

1.      Computer Aided Design(CAD) yaitu alat bantu berbasis computer yang digunakan dalam proses analisis dan design. Biasanya digunakan untuk mendesign bangunan dll. Contohnya AutoCAD,Googlesketchup
2.      Computer Aided Software Engineering(CASE) yaitu alat bantu yang mirip dengan CAD tetatpi digunakan dalam bidang software engineering. Biasanya digunakan dalam memodelkan user requierement,pemodelan basis data,bisnis struktur
3.      Aplikasi grafik dalam presentasi dalam ekonomi yaitu chart,bar chart,pie chart.dll . biasanya digunakan untuk menggambarkan peningkatan atau produksi pasar dalam perusahaan.
4.      Untuk bidang seni yaitu ada corel draw,macromedia dll.

Contoh hasil pengolahan grafik.




B. Kedua kita mempelajari apa itu pengolahan citra

Pengolahan citra adalah ilmu yang mempelajari pemrosesan citra. Citra sendiri artinya adalah gambar,citra adalah istilah lain dari gambar. Citra sebagai salah satu komponen multimedia memegang peranan sangat penting sebagai bentuk informasi visual. Ada pepatah mengatakan,”Sebuah gambar bermakna lebih besar dari makna rangkaian ribuan kata-kata.”(“a picture is more than a thousand words.”).

Berdasarkan dari Wikipedia citra adalah gambar 2 dimensi yang dihasilkan dari gambar analog 2 dimensi yang kontinyu menjadi gambar diskrit melalui proses sampling. Gambar analog terdiri dari N baris dan M kolom. Persilangan antara baris dan kolom tertentu disebut piksel[n,m]. Seperti kita memfoto suatu objek dan objek itu terbentuk oleh kumpulan pixel2 yang bergabung. Jadi semakin besar piksel kamera yang kita gunakan dalam mengambil poto maka hasilnya akan semakin sempurna.


Beberapa contoh penggunaan pengolahan citra:
1.                                     Untuk  perbaikan kualitas citra (image enhacement)
a.                   Perbaikan kontras gelap/terang
b.                  Perbaikan tepian objek(edge enchacement)
c.                   Penajaman(sharpening)
d.                  Pemberian warna semu(pseudocoloring)
e.                   Penapisan derau(noise filtering)



Beberapa aplikasi pengolahan citra:
1.      Dalam perdagangan yaitu untuk pembacaan barcode yang tertera pada barang sebagai pengenal barang secara otomatis.
2.      Bidang militer yaitu sebagai pengenal peluru kendali melalui sensor visual.


3.      Dalam bidang kedokteran dapat digunakan sebagai x-ray yang biasa digunakan dalam rongsen,dll
















4.      Sebagai alat pemetaan,contohnya seperti googlemaps.














Daftar pustaka:



Kamis, 27 September 2012

FUNGSI BAHASA


Fungsi Bahasa

Bahasa merupakan bagian dari kehidupan masyarakat penuturnya. Bagi masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia mempunyai kedudukan dan fungsi dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Bahasa yang merupakan sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. Berikut ini adalah fungsi bahasa menurut para ahli

# DEL HYMES & GUY COOK
Bahwa bahasa berfungsi sebagai:
  1. Kontekstual (situasi)
  2. Referensial (pesan)
  3. Emotif (penutur)
  4. Konatif/direktif ( Mitra tutur)
  5. Fatis (jalur)
  6. Puitis (bentuk pesan)
  7. Metalinguistik (aspek bahasa)
# NEWMARK (Dengan menggunakan teori BUHLER & JAKOBSON)
Menggolongkan fungsi bahasa menjadi:
  1. Fungsi ekspresif
  2. Fungsi informatif
  3. Fungsi Vokatif
  4. Fungsi estetik
  5. Fungsi Fatis
  6. Fungsi metalingual
Dikatakan oleh para ahli budaya, bahwa bahasalah yang memungkinkan kita membentuk diri sebagai makhluk bernalar, berbudaya, dan berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama, mengadakan transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita rnasing-masing. Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa larnpau, rnenghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan.
Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Kita ambil contoh, misalnya, mahasiswa. la membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalarn setiap ujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter juga sama. la memerlukan informasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera. Contoh lain, seorang manager yang mengoperasikan, mengontrol atau mengawasi perusahaan tanpa informasi ia tidak mungkin dapat mengambil keputusan atau menemukan kebijaksanaan, Karena setiap orang membutuhkan informasi, komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi, dengan sendirinya juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang.

Kamus Besar Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai  sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri.

Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), “Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.”
Menurut Felicia (2001 : 1), “dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis.”
Fungsi bahasa menurut Mahmudah dan Ramlan (2007:2-3) “adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat Indonesia. Bahsa juga menunjukkan perbedaan antara satu penutur dengan penutur lainnya, tetapi masing-masing tetap mengikat kelompok penuturnya dalam satu kesatuan sehingga mampu menyesuaikan dengan adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat. “

            Contoh bahasa yang paling dekat dengan kita adalah bahasa indonesia yang  kita gunakan sehari-hari dalam kehidupan kita. Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai ;
(1) Lambang kebanggaan kebangsaan,
(2) lambang identitas nasional,
(3) alat perhubungan antar warga, antar daerah, dan antar budaya,dan
 (4) alat yang memungkinkan penyatuan berbagai – bagai suku bangsa dengan latar belakang social budaya dan bahasanya masing – masing kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia.

Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia kita junjung disamping bendera dan lambang Negara kita. Fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional adalah sebagai alat perhubungan antar warga , antar daerah, dan antar suku bangsa. Berkat adanya bahasa nasional kita dapat berhubungan satu dengan yang lain sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman sebagai akibat perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa tidak perlu dikhawatirkan.kita dapat bepergian dari pelosok yang satu ke pelosok yang lain di tanah air kita dengan hanya memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi.


Didalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
 (1) bahasa resmi kenegaraan ,
(2) bahasa pengantar didalm dunia pendidikan,
(3) alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan   pelaksanaan pembangunan, dan
 (4) alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.